Masa kecil adalah masa yang menyenangkan, kita bisa bebas bermain
tanpa harus banyak memikirkan apapun, hidup bebas, tanpa beban, setiap
hari selalu bermain dan bermain.
Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit bercerita mengenai pengalaman pribadi saya sebelum bercerita jauh saya akan mengenalkan diri saya terlebih dahulu,nama saya Dinda Anjani biasa di panggil dinda saya seorang siswi kelas Xll di salah satu sekolah menengah atas(SMA) di rokan hilir provinsi riau.baiklah langsung saja saya akan menceritakan pengalaman saya semoga ini bisa menginspirasi serta menghibur..
KESEMPURNAAN CINTA
Cerita
ini di mulai dari seseorang yang sangat aku sayangi namanya adalah Van.Dia
adalah Sesosok pria yang benar-benar membuat aku kagum,namun kebersamaan itu
lenyap dan bersifat sementara.
Aku
mulai mengenalnya ketika aku duduk di bangku sekolah menengah atas waktu itu aku sudah menginjak kelas Xl.ia
adalah anak yang baik dan yang membuatku tambah kagum ia bersuku jawa .Setelah
hari demi hari minggu demi minggu melakukan pendekatan akhirnya pan
mengungkapkan isi perasaannya kepadaku
,menurutku ia pria yang berani dan cukup romantis,karna ia mengungkapkannya
dengan sebatang cokelat dan selembar tisu ,waktu itu ia mengatakan”Aku tidak tahu harus memulainya
darimana,yang pasti aku sayang sama kamu dan aku ingi kamu menjadi pacarku”perasaanku senang bercampur aduk haru yang menyelimuti perasaanku,pada waktu itu aku cukup bingung
dan jujur aku juga mempunyai perasaan yang sama kepadanya.
Setelah
cerita itu berlalu kami pun menjalin sebuah hubungan yang cukup harmonis ,dan
hubungan itu bertahan selam 8 bulan,seperti
jalannya cerita cinta orang dewasa dan dalam cerita indah itu banyak
konflik-konflik yang kami hadapi bersama dan banyak juga kenangan yang kami
ukir bersama,namun tidak satupun cerita cinta yang terlewatkan,Hingga suatu
hari sebuah problem yang dalam bahasa inggrisnya datang menghapiri hubungan kami .pada saat itu ia sudah
menginjak kelas Xll tepatnya semester 2 yang mana sebentar lagi ia akan menghadapi
ujian-ujian dan setelahnya ia akan melanjutkan studinya keluar daerah.
Mendengar
hal itu aku pun hanya bisa terdiam dan berfikir sambil hatiku berkata”apakah
hubungan ini akan berakhir atau justru sebaliknya(akan bertahan dengan jarak
yang memisahkan) namun bagaiman pun juga aku harus kuat untuk menghadapinya
,satu hal yang harus aku lakukan saat ini yaitu menyemangatinya dalam belajar agar ia bisa dengan mudah
menghadapi ujian-ujian dan akupun tidak
pernah lupa untuk selalu mendoakannya.
Setelah
ujian menghampirinya akupun terus terus dan terus menyemangatinya hingga ujian berakhir,suatu ahri saat yang di
tunggu-tunggupun hadir yaitu waktu dimana ia melihat hasil ujiannya,dan tidak
lama kemudian setelah itu hpku pun berdering dan ketika aku melihatnya tenyata
itu adalah dia sang pujaan hati akupun mengangkat telepon itu dan ia pun
memberi tahu kepadaku bahwa ia telah mendapat nilai yang cukup bagus yaitu
98,aku mengucapkan selamat kepadanaya dan ia pun mengucapkan rasa terima
kasihnya kepadaku atas support & semangat yang aku beriakan.
Namu setelah
beberapa minggu berlalu aku pun kambali di hampiri rasa takut karna sebentar
lagi ia akan melanjutkan studinya ke
luar daerah.dan rasa takut yang menghampiriku pun tiba dimana ia mulai
melanjutkan studinya aku pun menangis dan tidak bisa memaksakan kehendakku
untuk ia tidak kuliah diluar daerah.tpi aku juga tidak ingin jika suatu hari
nanti orang yang aku sayang harus menjadi orang yang keruang beruntung.
Suatu
malam aku menyempatkan untuk bertemu dan membicarakan tentang bagaimana
hubungan kami kedepannya,tidak lama aku menunggu iapun datang dengan wajah yang
sedikit lesu.dan tanpa basa basi akupun
menanyakan langsung tentang hal itu iapun menjawab”jika kamu menghalangi aku
untuk mencapai cita-citaku lebih baik kita ending saja” dengan sedikit rasa
cemas akupun berusaha menyampaikan apa yang aku maksud, tapi dengan sedikit
rasa kecewa ia pun tidak bisa memahami apa
yang aku katakan hingga tanpa berfikir panjang ia pun mengatakan dimana kata
itu sangat tidak aku inginkan ,ia mengatakan”lebih baik kita cari jalan
sendiri-sendiri” tanpa mengatakan sepatah katapun, langsung menuju ke tempat
parkir motorku dan aku pun menangis .Sesampainya
di rumah aku berdoa “jika memang hubungan ini akan membuatku merasa lebih buruk,maka akhirilah yaa allah
aku iklas” dan setelah beberapa hari berlalu akupun sudah menjadi lebih baik
dan aku juga berharap cerita-cerita indah seperti ini akan terulang kembali meski harus dengan orang yang berbeda.
TAMAT