Saturday, 11 February 2017

kesempurnaan cinta




Masa kecil adalah masa yang menyenangkan, kita bisa bebas bermain tanpa harus banyak memikirkan apapun, hidup bebas, tanpa beban, setiap hari selalu bermain dan bermain.
Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit bercerita mengenai pengalaman pribadi saya sebelum bercerita jauh saya akan mengenalkan diri saya terlebih dahulu,nama saya Dinda Anjani biasa di panggil dinda saya seorang siswi kelas Xll di salah satu sekolah menengah atas(SMA) di rokan hilir provinsi riau.baiklah langsung saja saya akan menceritakan pengalaman saya semoga ini bisa menginspirasi serta menghibur..
KESEMPURNAAN CINTA
                Cerita ini di mulai dari seseorang yang sangat aku sayangi namanya adalah Van.Dia adalah Sesosok pria yang benar-benar membuat aku kagum,namun kebersamaan itu lenyap dan bersifat sementara.
                Aku mulai mengenalnya ketika aku duduk di bangku sekolah menengah atas  waktu itu aku sudah menginjak kelas Xl.ia adalah anak yang baik dan yang membuatku tambah kagum ia bersuku jawa .Setelah hari demi hari minggu demi minggu melakukan pendekatan akhirnya pan mengungkapkan isi perasaannya  kepadaku ,menurutku ia pria yang berani dan cukup romantis,karna ia mengungkapkannya dengan sebatang cokelat dan selembar tisu ,waktu itu  ia mengatakan”Aku tidak tahu harus memulainya darimana,yang pasti aku sayang sama kamu dan aku ingi kamu menjadi pacarku”perasaanku  senang bercampur aduk haru yang menyelimuti  perasaanku,pada waktu itu aku cukup bingung dan jujur aku juga mempunyai perasaan yang sama kepadanya.
                Setelah cerita itu berlalu kami pun menjalin sebuah hubungan yang cukup harmonis ,dan hubungan itu bertahan selam 8 bulan,seperti  jalannya cerita cinta orang dewasa dan dalam cerita indah itu banyak konflik-konflik yang kami hadapi bersama dan banyak juga kenangan yang kami ukir bersama,namun tidak satupun cerita cinta yang terlewatkan,Hingga suatu hari sebuah problem yang dalam bahasa inggrisnya datang menghapiri  hubungan kami .pada saat itu ia sudah menginjak kelas Xll tepatnya semester 2 yang mana sebentar lagi ia akan menghadapi ujian-ujian dan setelahnya ia akan melanjutkan studinya keluar daerah.
                Mendengar hal itu aku pun hanya bisa terdiam dan berfikir sambil hatiku berkata”apakah hubungan ini akan berakhir atau justru sebaliknya(akan bertahan dengan jarak yang memisahkan) namun bagaiman pun juga aku harus kuat untuk menghadapinya ,satu hal yang harus aku lakukan saat ini yaitu menyemangatinya  dalam belajar agar ia bisa dengan mudah menghadapi ujian-ujian  dan akupun tidak pernah lupa untuk selalu mendoakannya.
                Setelah ujian menghampirinya akupun terus terus dan terus menyemangatinya  hingga ujian berakhir,suatu ahri saat yang di tunggu-tunggupun hadir yaitu waktu dimana ia melihat hasil ujiannya,dan tidak lama kemudian setelah itu hpku pun berdering dan ketika aku melihatnya tenyata itu adalah dia sang pujaan hati akupun mengangkat telepon itu dan ia pun memberi tahu kepadaku bahwa ia telah mendapat nilai yang cukup bagus yaitu 98,aku mengucapkan selamat kepadanaya dan ia pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepadaku atas support & semangat yang aku beriakan.
                Namu setelah beberapa minggu berlalu aku pun kambali di hampiri rasa takut karna sebentar lagi  ia akan melanjutkan studinya ke luar daerah.dan rasa takut yang menghampiriku pun tiba dimana ia mulai melanjutkan studinya aku pun menangis dan tidak bisa memaksakan kehendakku untuk ia tidak kuliah diluar daerah.tpi aku juga tidak ingin jika suatu hari nanti orang yang aku sayang harus menjadi orang yang keruang beruntung.
                Suatu malam aku menyempatkan untuk bertemu dan membicarakan tentang bagaimana hubungan kami kedepannya,tidak lama aku menunggu iapun datang dengan wajah yang sedikit  lesu.dan tanpa basa basi akupun menanyakan langsung tentang hal itu iapun menjawab”jika kamu menghalangi aku untuk mencapai cita-citaku lebih baik kita ending saja” dengan sedikit rasa cemas akupun berusaha menyampaikan apa yang aku maksud, tapi dengan sedikit rasa kecewa  ia pun tidak bisa memahami apa yang aku katakan hingga tanpa berfikir panjang ia pun mengatakan dimana kata itu sangat tidak aku inginkan ,ia mengatakan”lebih baik kita cari jalan sendiri-sendiri” tanpa mengatakan sepatah katapun, langsung menuju ke tempat parkir motorku  dan aku pun menangis .Sesampainya di rumah aku berdoa “jika memang hubungan ini akan membuatku  merasa lebih buruk,maka akhirilah yaa allah aku iklas” dan setelah beberapa hari berlalu akupun sudah menjadi lebih baik dan aku juga berharap cerita-cerita indah seperti ini akan terulang kembali  meski harus dengan orang yang berbeda.

TAMAT